cc

Kamis, 13 Juli 2023

Pengelolaan Teknologi Informasi

 Pengelolaan Teknologi Informasi 

 Pengelolaan Teknologi Informasi adalah proses yang digunakan untuk melihat dan mengendalikan keputusan kapabilitas teknologi informasi untuk memastikan pengiriman nilai kepada pemangku kepentingan utama dalam suatu organisasi.

Berikut merupakan poin-poin penting dalam definisi ini:

  • Tata Kelola TI adalah salah satu proses. Bukan suatu acara pada suatu waktu. Bukan kepanitiaan juga bukan departemen.
  • Tujuan pengelolaan  TI adalah untuk memastikan pengiriman hasil bisnis bukan “kinerja sistem TI” atau “manajemen risiko TI” – yang akan memperkuat gagasan TI sebagai tujuan itu sendiri. Sebaliknya, Tata Kelola TI adalah tentang keputusan TI yang berdampak pada nilai bisnis.
  • Oleh karena itu proses memantau dan mengendalikan keputusan TI yang mungkin berdampak, positif atau negative, pada hasil bisnis.
  • Konsep tatakelola tidak ada artinya tanpa pengakuan kepemilikan dan tanggung jawab. Stakeholder kunci dalam suatu organisasi memiliki saham “kepemilikan” dalam organisasi. Manajemen bertanggung jawab kepada para pemangku kepentingan ini.

Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi membawahi :
a. Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi;
b. Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi;
c. Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi.

a. Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi
Seksi Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan TIK, norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan aplikasi TIK, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, layanan pengembangan dan pengelolaan aplikasi terintegrasi. Dengan rincian tugas sebagai berikut :



b. Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi
Seksi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok Menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, menyusun norma, standar, prosedur, kriteria penyelenggaraan infrastruktur TIK, supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan, pengembangan akses intranet dan internet, layanan sistem komunikasi intra Pemerintah Daerah Provinsi, dengan rincian tugas sebagai berikut:


c. Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi
Seksi Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi memiliki tugas pokok : Penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan tata kelola TIK; bahan rumusan norma standar prosedur tata kelola TIK; melaksanakan bimbingan teknis, supervisi, pemantauan, evaluasi, pelaporan terhadap penguatan kapasitas sumber daya TIK.


Pengelolaan Teknologi Informasi (TI) merujuk pada praktik dan proses yang dilakukan oleh organisasi untuk mengelola sumber daya, sistem, dan layanan TI mereka. Tujuan utama dari pengelolaan TI adalah untuk mengoptimalkan nilai bisnis yang dihasilkan dari investasi dalam TI dan memastikan bahwa TI mendukung tujuan strategis organisasi.Berikut adalah beberapa aspek utama dalam pengelolaan Teknologi Informasi:

1. Perencanaan TI: Ini melibatkan pengembangan rencana strategis TI yang sesuai dengan visi dan tujuan organisasi. Perencanaan ini mencakup alokasi sumber daya, perencanaan anggaran, penentuan prioritas proyek TI, dan pengembangan arsitektur TI.

2. Pengembangan Sistem: Melibatkan siklus pengembangan sistem TI dari analisis kebutuhan, desain, pengembangan, pengujian, hingga implementasi sistem. Proses ini melibatkan pemilihan teknologi yang tepat, manajemen proyek, dan pengendalian kualitas.

3. Operasi dan Dukungan TI: Ini mencakup pemeliharaan dan dukungan sistem TI yang ada. Ini termasuk pemantauan kinerja sistem, manajemen perubahan, manajemen konfigurasi, manajemen kapasitas, manajemen keamanan, pemulihan bencana, dan penyelesaian masalah.

4. Manajemen Layanan TI: Ini melibatkan penyediaan dan pengelolaan layanan TI kepada pengguna. Ini termasuk manajemen permintaan layanan, manajemen level layanan, manajemen katalog layanan, manajemen kapasitas, manajemen keamanan, dan manajemen pengetahuan.

5. Keamanan TI: Ini melibatkan perlindungan aset informasi organisasi dan infrastruktur TI dari ancaman keamanan. Ini mencakup pengembangan kebijakan keamanan, pengendalian akses, deteksi dan respons terhadap serangan, dan kebijakan pemulihan bencana.

6. Manajemen Proyek TI: Melibatkan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian proyek-proyek TI. Ini mencakup identifikasi tujuan proyek, alokasi sumber daya, manajemen risiko, pengendalian jadwal, dan pemantauan kemajuan proyek.

7. Manajemen Aset TI: Ini melibatkan pengelolaan siklus hidup aset TI seperti perangkat keras, perangkat lunak, lisensi, dan data. Ini mencakup pemantauan, pemeliharaan, penggantian, dan penghapusan aset TI yang efisien.

8. Kepatuhan dan Etika: Ini melibatkan memastikan bahwa kegiatan TI organisasi mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku. Hal ini juga melibatkan mempromosikan prinsip-prinsip etika dan privasi dalam pengelolaan informasi.

Pengelolaan TI adalah disiplin yang melibatkan kombinasi pengetahuan teknis, manajemen, dan strategi bisnis. Penting untuk memiliki tim yang terlatih dan memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi dan kebutuhan organisasi untuk melakukan pengelolaan TI yang efektif.


Referensi

diskominfotik.ntbprov.go.id(13 Juli 2023)Bidang Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi   Diakses melalui:https://diskominfotik.ntbprov.go.id/page/bidang-pengelolaan-teknologi-informasi-dan-komunikasi827.html

  1. tgid.org(13 Juli 2023)Kupas Tuntas Tata Kelola IT (IT Governance)
  2. Diakses Melalui:https://itgid.org/kupas-tuntas-tata-kelola-it-it-governance/

Rabu, 24 Mei 2023

Develompent Operasi Dan IT Operasi

DEVOPS (development (Dev) and IT operations (Ops))

 Apa sih DevOps? Jadi DevOps adalah gabungan dari Development dan Operations. Kombinasi tersebut yang dibuat agar dapat meningkatkan kemampuan sebuah perusahaan untuk proses delivery aplikasi dengan maksimal.Sedangkan IT Operations itu adalah cara menggambarkan banyak proses dan layanan yang dikelola oleh departemen teknologi informasi. Operasi TI tradisional mencakup serangkaian sistem perangkat keras dan perangkat lunak, serta fungsi terkait, seperti jaringan suara dan data, keamanan fisik dan keamanan dunia maya, respons insiden dan pemulihan bencana, dukungan audit, manajemen proyek, kepatuhan, dan manajemen lingkungan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak perusahaan-perusahaan raksasa seperti Amazon, Walmart, ataupun Google yang memilih menggunakan solusi DevOps agar proses delivery produk dapat dilakukan secara efektif dan efisien.DevOps memadukan praktik-praktik Agile Development (pengembangan secara cepat dan adaptif) dengan operasi TI yang tangguh dan skalabel. DevOps berfokus pada kerja sama, komunikasi, dan integrasi antara tim pengembangan perangkat lunak dan tim operasional, yang memungkinkan mereka untuk bekerja bersama dalam semua tahap siklus hidup perangkat lunak.


Mengapa operasi TI dan DevOps itu penting?

Pada proses operasi TI jika lemah akan berdampak buruk pada kualitas layanan TI dan proses bisnis lainnya , merusak daya saing dan reputasi organisasi. Oleh karena itu, operasi TI harus berfokus pada peningkatan proses bisnis dan memastikan stabilitas operasional. Selain itu, operasi TI yang kuat membantu perusahaan menyempurnakan proses bisnisnya sehingga dapat dengan cepat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pelanggan dan aktivitas persaingan. DevOps dan operasi TI berkontribusi untuk mencapai kualitas perangkat lunak yang lebih tinggi. DevOps memungkinkan pengujian perangkat lunak yang terintegrasi dan terus-menerus, sehingga masalah dapat diidentifikasi dan diperbaiki lebih awal dalam siklus pengembangan. Operasi TI memainkan peran penting dalam memastikan bahwa perangkat lunak yang diterbitkan bekerja secara andal di lingkungan produksi. Dengan kerja tim yang erat antara DevOps dan operasi TI, organisasi dapat meningkatkan keandalan, stabilitas, dan kepuasan pengguna terhadap perangkat lunak yang dikembangkan

Apa hubungannya antara DevOps dan ITOps?
Pada dasarnya DevOps adalah strategi untuk pengembangan software yang mendorong kerjasama yang erat antara tim software developer dengan dan tim IT operations. Dengan cara ini, perusahaan dapat menyelaraskan orang-orang, proses, dan alat yang digunakan dalam pengembangan software untuk mencapai kepuasan pelanggan.

ITOps vs. DevOps: Apa yang Harus Digunakan,Kapan?

Jawaban untuk sebagian besar Perusahaan modern adalah mereka pasti akan tetap membutuhkan keduanya. Operasi TI sangat penting untuk memberikan layanan dan fungsi TI dasar untuk bisnis. Sementara itu, DevOps membantu mengoptimalkan proses pengiriman perangkat lunak dan memastikan bahwa ITOps sejalan dengan inisiatif digital yang lebih luas, seperti pengembangan aplikasi baru.

Meskipun demikian, ada situasi di mana bisnis tidak memerlukan DevOps dan hanya dapat mengandalkan operasi TI:

  • Bisnis tidak mengembangkan perangkat lunak apa pun di rumah.

  • Bisnis ini memiliki sejumlah kecil pengembang perangkat lunak yang berkolaborasi dengan baik dengan ITOps tanpa memerlukan fungsi khusus yang dikhususkan untuk tujuan tersebut.

  • Tim operasi TI bisnis sangat terampil dalam praktik yang berkaitan dengan pengembangan perangkat lunak, dan karenanya dapat berfungsi sebagai sesuatu yang mirip dengan tim DevOps tanpa memerlukan tim DevOps yang sebenarnya untuk memandunya.

Ada juga kasus di mana DevOps saja sudah cukup:

  • Bisnisnya sangat kecil dan dapat mengandalkan insinyur DevOps sendiri untuk mengelola kebutuhan TI-nya, tanpa memerlukan tim operasi TI khusus.

  • Bisnis dapat memenuhi persyaratan operasi TI dari penyedia TI outsourcing, sambil mengandalkan tim DevOps untuk mengelola sisa operasinya.


Jadi Kesimpulanya adalah DevOps dan operasi TI saling melengkapi (dan operasi TI merupakan prasyarat untuk DevOps), jadi kedua fungsi tersebut umumnya berjalan seiring.kolaborasi yang erat antara tim pengembangan dan tim operasional mempercepat siklus pengembangan, memungkinkan pengujian yang terus-menerus, dan meminimalkan risiko kesalahan manusia.

jadi secara keseluruhan, DevOps dan ITOps memainkan peran yang sangat penting didalam pengembangan perangkat lunak ini dan operasi TI yang efisien. Dengan adanya kedua pendekatan ini, organisasi dapat mencapai inovasi yang lebih cepat, kualitas yang lebih tinggi, dan daya saing yang lebih baik di pasar yang terus berubah.



Referensi:

www.logique.co.id. (24 Mei 2023).Apa Itu DevOps? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaat DevOps 

Diakses melalui:https://www.logique.co.id/blog/2021/05/28/apa-itu-devops/


www.techtarget.com/ (24 Mei 2023).Apa itu operasi TI (IT ops)?

Diakses melalui:https://www.techtarget.com/searchitoperations/definition/IT-operations


erizkadd.wordpress.com (24 Mei 2023).DevOps dan IT Operation

Diakses melalui:https://erizkadd.wordpress.com/2022/06/30/devops-dan-it-operations/


protoday.com. (24 Mei 2023).Operasi TI vs. DevOps: Apa Bedanya?

Diakses melalui:protoday.com/it-operations/it-operations-vs-devops-whats-difference#close-modal



Selasa, 05 Oktober 2021

Elemen Elemen Dalam Digital Citizienship

 Kewarganegaraan digital dapat didefinisikan sebagai norma perilaku yang tepat dan bertanggung jawab terkait dengan penggunaan teknologi.

Berikut ini adalah 9 elemen yang di kelompokkan menurut Mike Ribble

1. Akses Digital

Partisipasi masyarakat sangat tinggi terhadap teknologi.

Pengguna teknologi harus menyadari bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama ketika menggunakan ke teknologi. 

Mengetahui kesamaan hak digital dan mendukung akses elektronik adalah titik awal dari Kewargaan Digital.

Pengecualian digital membuat sulit untuk tumbuh sebagai masyarakat digital ketika menggunakan alat-alat ini (teknologi). Membantu menyediakan dan memperluas akses teknologi harus menjadi tujuan semua warga digital.
Pengguna perlu mengingat bahwa ada beberapa yang mungkin memiliki akses terbatas, sehingga sumber daya lain mungkin perlu disediakan. Untuk menjadi warga digital yang produktif, kita perlu berkomitmen untuk memastikan bahwa tidak ada yang ditolak dalam akses digital.

2. Perdagangan Digital

Jual beli online.

Pengguna teknologi perlu memahami bahwa sebagian besar ekonomi pasar saat ini dilakukan secara elektronik. Jual beli online legal dan sah terjadi, tetapi pembeli atau penjual harus menyadari masalah yang terkait dengannya.



Telah menjadi hal yang umum bagi banyak pengguna. Pada saat yang sama, ada beberapa produk barang dan jasa yang bertentangan dengan hukum atau moral beberapa negara (termasuk kegiatan seperti mengunduh file ilegal, pornografi, dan perjudian). Pengguna perlu belajar tentang bagaimana menjadi konsumen yang efektif dalam era ekonomi digital.

3. Komunikasi Digital

Pertukaran informasi secara elektronik.

Salah satu perubahan signifikan dalam revolusi digital adalah kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Pada abad ke 19, bentuk komunikasi masih terbatas. Pada abad ke-21, pilihan untuk berkomunikasi telah meledak dan ditawarkan dengan berbagai pilihan (misal: Email, telepon seluler, instant message).

Pilihan komunikasi digital yang meluas telah mengubah segalanya karena orang dapat terus berkomunikasi dengan orang lain. Sekarang setiap orang memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dan berkolaborasi dengan siapa pun dari mana saja dan kapan saja. Sayangnya, banyak pengguna belum diajarkan bagaimana membuat keputusan yang tepat ketika dihadapkan dengan begitu banyak pilihan komunikasi digital yang berbeda.

4. Literasi Digital

Proses belajar mengajar tentang teknologi dan penggunaan teknologi.

Sementara sekolah telah membuat kemajuan besar di bidang teknologi, masih banyak yang harus kita dilakukan. Fokus baru harus dibuat pada teknologi dan apa yang harus diajarkan serta bagaimana teknologi harus digunakan.

Teknologi menemukan cara mereka yang tidak digunakan di sekolah (misalnya, video conferencing, ruang berbagi online seperti wiki).

Selain itu, pekerja di banyak pekerjaan yang berbeda membutuhkan informasi segera (informasi just-in-time). Proses ini membutuhkan keterampilan penelusuran dan pemrosesan yang canggih (yaitu, literasi informasi).
Peserta didik harus diajarkan cara belajar dalam menjadi masyarakat digital. Dengan kata lain, peserta didik harus diajarkan untuk mempelajari apa saja, kapan saja, di mana saja. Bisnis, militer, dan obat-obatan adalah contoh bagus tentang bagaimana teknologi digunakan secara masif pada abad ke-21. Saat teknologi baru muncul, pelajar perlu mengetahui bagaimana menggunakan teknologi  dengan cepat dan tepat.

Kewargaan Digital melibatkan mendidik orang dengan cara baru - individu-individu ini membutuhkan keterampilan literasi informasi tingkat tinggi.

5. Etika Digital

Standar perilaku atau prosedur elektronik.

Pengguna teknologi sering melihat area ini sebagai salah satu masalah yang paling bertekanan ketika berhadapan dengan Digital Citizenship. Kami mengenali perilaku yang tidak pantas saat kami melihatnya, tetapi sebelum orang menggunakan teknologi mereka tidak belajar etiket digital (yaitu, perilaku yang pantas).

Banyak orang merasa tidak nyaman berbicara dengan orang lain tentang etika digital mereka. Seringkali aturan dan peraturan dibuat atau teknologi hanya dilarang untuk menghentikan penggunaan yang tidak pantas. Itu tidak cukup untuk membuat aturan dan kebijakan, kita harus mengajari semua orang untuk menjadi warga digital yang bertanggung jawab dalam masyarakat baru ini.

6. Hukum Digital

Tanggung jawab digital untuk tindakan dan perilaku.

Hukum digital berkaitan dengan etika teknologi dalam masyarakat. Penggunaan yang tidak etis memanifestasikan dirinya dalam bentuk pencurian dan atau kejahatan. Penggunaan etika memanifestasikan dirinya dalam bentuk mematuhi hukum-hukum masyarakat. Pengguna perlu memahami bahwa mencuri atau menyebabkan kerusakan pada pekerjaan, identitas, atau properti orang lain adalah kejahatan.

Ada aturan-aturan masyarakat tertentu yang perlu disadari pengguna dalam masyarakat yang etis. Undang-undang ini berlaku untuk siapa saja yang bekerja atau bermedia online. Meretas informasi lain, mengunduh musik ilegal, menjiplak, membuat program perusak, virus, mengirim spam, atau mencuri siapa pun adalah tindakan tidak terpuji.

7. Hak & Tanggung Jawab Digital

Kebebasan diberikan kepada semua orang di dunia digital.

Sama seperti dalam Konstitusi Amerika di mana ada Bill of Rights, ada seperangkat hak dasar yang diperluas untuk setiap warga digital. Warga digital memiliki hak untuk privasi, kebebasan berbicara, dll. Hak digital dasar yang harus dialamatkan, didiskusikan, dan dipahami di dunia digital. Dengan hak-hak ini juga, ada tanggung jawab juga. Pengguna harus membantu menentukan bagaimana teknologi akan digunakan dengan cara yang tepat. Dalam masyarakat digital, kedua bidang ini harus bekerja bersama agar semua orang menjadi produktif.

8. Digital Health & Wellness (Kesehatan Digital)

Kesejahteraan fisik dan psikologis dalam dunia digital.

Kesehatan mata, stress, adalah masalah yang perlu ditangani dalam dunia teknologi baru-baru ini. Di luar masalah fisik, ada masalah psikologis yang menjadi permasalahan umum seperti kecanduan internet.

Pengguna perlu diajari bahwa ada bahaya yang melekat pada teknologi. Kewargaan digital termasuk budaya di mana pengguna teknologi diajarkan bagaimana melindungi diri mereka melalui pendidikan dan pelatihan.

9. Keamanan Digital (perlindungan diri)

Tindakan pencegahan untuk menjamin keselamatan.

Dalam masyarakat manapun, ada individu yang mencuri, merusak, atau mengganggu orang lain. Hal yang sama berlaku untuk komunitas digital. Tidaklah cukup untuk mempercayai anggota lain di masyarakat untuk keselamatan kita sendiri. Di rumah kami sendiri, kami memasang kunci di pintu kami dan menyalakan alarm di rumah kami untuk memberikan perlindungan tingkat tertentu.

Hal yang sama harus berlaku untuk keamanan digital. Kita perlu memiliki perlindungan terhadap virus, dan backup data. Sebagai warga yang bertanggung jawab, kita harus melindungi informasi kita dari kekuatan luar yang mungkin menyebabkan gangguan atau bahaya.

Rabu, 16 Desember 2020

TUGAS

  The Art of Dramatic Writing (1977), Lajos Egri mengatakan:

“Semua mempunyai tujuan dan pesan. Setiap detik dalam kehidupan kita adalah sebuah pesan, sadar atau tidak. Pesan mungkin bisa sangat sederhana seperti halnya bernapas atau sebuah keputusan emosional yang sulit, tetapi selalu ada. Sebuah film yang bagus harus mempunyai formula pesan. Tidak ada ide atau gagasan atau sebuah situasi, tidaklah cukup untuk membawa kesimpulan yang masuk akal tanpa sebuah pesan yang jelas.” Sebuah pesan yang bagus berasal dari emosi -cinta, kebencian, cemburu, takut, keberanian, nafsu, dll— dan mengelilingi karakter, konflik, dan penyelesaian.
Pembuatan scenario sebuah film didasarkan pada pembentukan struktur dramatic di dalamnya. Semakin kompleks permasalahan yang ada di dalam film tersebut, maka akan semakin menarik alur cerita film yang akan menimbulkan keingintahuan penikmat dan penonton film.  
Penyiapan kondisi penonton dilakukan pada babak I. Pada babak II berlangsung cerita yang sebenarnya. Dan pada babak III disediakan kesempatan bagi penonton memantapkan pemahaman final dan menarik kesimpulan.
BABAK I

Babak ini ada yang menamakan sebagai Opening" atau "Persiapan" dan sebagainya. Tugas rekayasa yang dilakukan oleh penulis skenario pada babak ini adalah

Membuat penonton secepatnya memfokuskan perhatian kepada film Membuat penonton bersimpati pada protagonis.

Membuat penonton mengetahui apa problem utama protagonis.

BABAK II

Pada babak ini berlangsung cerita yang sesungguhnya. Disinilah cerita betul-betul dimulai dan berjalan hingga akhir. Babak II ini berisi

Point of attack

Jalan cerita

Protagonis terseok-seok

Klimaks

BABAK III

Pada babak III ini cerita sudah ada kepastian berakhir sebagai happy end atau unhappy end, dan disini penonton diberi kesempatan meresapi kegembiraan yang ditimbulkan oleh happy end, atau rasa sedih yang ditimbulkan oleh unhappy end. Juga memantapkan kesimpulan atau isi cerita

A Crash Course in Screenwriting by David Griffith: Film pendek kurang lebih memiliki konflid seperti feature film dan mempunyai struktur yang hampir sama. Strukturnya adalah sebagai berikut:

Pengenalan karakter dan setting (keadaan).

Apa yang diinginkan karakter utama

Bagaimana tokoh memperoleh apa yang

diinginkan Set-backs - Karena tokoh tidak sadar atau tidak berinisiatif apa yang sebenarnya diinginkan, tokoh biasanya akan mengambil jalan yang salah. Inilah yang membawa tokoh utama ke dalam konflik dengan orang lain yang tidak menyukai apakah yang tokoh utama lakukan atau jalan tokoh utama tempuh.

Konflik Argumentasi dan perdebatan menjadi lebih dan semakin hangat sampai terlihat seolah-olah tokoh utama akan kalah. Perjuangan Akhir - Tokoh utama mengeluarkan segenap kemampuan dan usahanya untuk mencapai tujuannya. Akhir - tokoh utama menemukan bahwa apa yang dipikirkannya tentang keinginannya di awal cerita hanyalah bagian dari sebuah kenyataan.

Gustav Freytag 1863 menggambarkan struktur dramatic mengikuti elemen - elemen yang menempatkan dalam adegan - adegan sesual lakon dan laku dramatic yang dikandungnya. Struktur Freytag dikenal dengan sebutan piramida Freytag atau Freytag's pyramid setfanle Lethbridge dan Jarmila Mildorf, 1880). Dalam Gambar dijelaskan bahwa alur lakon dari awal sampai akhir melalui bagian - bagian tertentu
Dalam cerita konvensional, struktur dramatik yang dipergunakan adalah struktur dramatik Aristoteles. Bagian-bagian dari struktur tersebut adalah: (Sumardjo dan Saini, 1986: 142-143

Eksposisi :Eksposisi adalah bagian awal atau pembukaan dari suatu karya sastra drama Bagian ini memberikan penjelasan atau keterangan mengenal berbagai hal yang diperlukan untuk dapat memahami peristiwa berikutnya dalam cerita, seperti tokoh cerita masalah tempat dan waktu, dan sebagainya.

Komplikasi :Bagian ini sering disebut juga penggawatan Komplikasi merupakan lanjutan dari eksposisi dan peningkatan daripadanya. Dalam bagian ini salah seorang tokoh cerita mulai mengambil prakarsa untuk mencapai tujuan tertentu. Akan tetapi hasil dari prakarsa itu tidak pasti sehingga timbullah kegawatan.

klimaks :Komp kemudian disu klimaks. Dalam bagian ini pihak-pihak yang berlawanan, berhadapan untuk melakukan perhitungan terakhir yang menentukan nasib tokoh dalam cerita

Resolusi :Dalam resolusi semua masalah yang ditimbulkan oleh prakarsa tokoh terpecahkan

Konklusi Dalam bagian ini nasib tokoh cerita sudah pasti. Konklusi merupakan akhir cerita.

Kamis, 16 Juli 2020

Menyiapkan "Normal Baru" Pembelajaran yang Berpihak pada Siswa Kita


Tahun ajaran baru ini menjadi momentum pengelola sekolah dan orangtua untuk membantu siswa beradaptasi memasuki era " kenormalan baru" belajar di masa pandemi.
Kenormalan baru" atau "new normal" ini bukan berarti siswa dipersiapkan kembali bersekolah, namun membantu menyiapkan siswa agar mampu beradaptasi dengan situasi belajar di tengah wabah Covid-19.
Lalu apa yang perlu kita bantu agar siswa lebih siap menghadapi tantangan yang mungkin ditimbulkan oleh kenormalan baru belajar ini?

Evaluasi belajar dari rumah

Sebelum dimulainya tahun ajaran baru, guru, kepala sekolah, orangtua, dan siswa perlu berdiskusi bersama untuk mengevaluasi pelaksanaan belajar dari rumah. Terutama untuk menentukan, hal-hal apa yang harus dilanjutkan, dan apa yang harus diubah.

Esensi belajar sesungguhnya memberi tantangan dan pengalaman pada anak. Hanya bila beban tantangan tugasnya hanya mencatat ulang buku paket atau menyelesaikan soal-soal, maka siswa hanya belajar pada level rendah.
Mereka hanya belajar untuk menghafal atau mengulang gagasan yang ada di buku.
Sekarang banyak guru yang mulai terbiasa memanfaatkan berbagai aplikasi untuk pembelajaran, seperti Google Classroom, Edmodo, Quizzes, Zoom, Webex, atau sejenisnya.
Yang terpenting dari belajar jarak jauh ini bukan hanya pada penggunaan teknologi. Jangan sampai penggunaan teknologi hanya menggantikan tempat ceramah guru dari ruang kelas berpindah tempat melalui teknologi virtual.
Banyak unsur yang lebih penting dalam menyiapkan proses belajar sekalipun dalam jarak jauh.

Membuka diskusi dengan anak

Penting untuk berkomunikasi tentang situasi yang berubah ini dengan anak. Guru dan orangtua perlu mendengar suara anak.
Tanyakan kepada mereka, apa yang membuatnya bersemangat belajar? Apa yang bermanfaat dan dapat dikembangkan dalam proses belajar mereka yang berubah?
Suara anak bisa menjadi bagian desain pembaruan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang dirancang oleh guru.

Bagaimana bila harus masuk ke sekolah?


Bila diputuskan siswa kembali bersekolah, sebaiknya tidak diberlakukan untuk semua sekolah. Hanya daerah zona hijau atau tanpa kasus baru Covid-19 yang diperkenankan membuka sekolah.
Kitapun harus belajar dari beberapa negara yang sudah membuka sekolah. Perancis dan Korea Selatan kembali menutup sekolah, setelah ditemukan kembali kasus baru Covid-19.
Pembukaan sekolah di Indonesia harus betul-betul mempertimbangkan keamanan siswa. Tatap muka di sekolah ini, misalnya diprioritaskan untuk siswa yang memerlukan.
Mungkin untuk memfasilitasi mereka yang tidak memiliki akses internet atau memerlukan pendampingan belajar khusus dari guru. Hanya perlu dipastikan guru, orangtua, dan siswa harus melaksanakan protokol pencegahan penularan virus.
Selain itu jumlah siswa perkelas juga dibatasi, maksimal 10 siswa dalam satu kelas. Jam tatap muka juga lebih menerapkan pertemuan berkualitas yang tidak lebih dari 2-3 jam perhari, dan tidak harus setiap hari. Sekolah membuat shift belajar di kelas yang diatur penjadwalannya.

Terapkan pembelajaran bauran

Guru juga perlu dilatih merancang pembelajaran bauran (blended learning) yang mengkombinasikan tatap muka di kelas dan pembelajaran daring. Model pembelajaran bauran ini bisa menjadi bagian dari kenormalan baru belajar.

Aspek penting "new normal" pembelajaran

 Beberapa ahli pendidikan juga telah menyampaikan beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam mendefinisikan kenormalan baru dalam pembelajaran di masa pandemi. Apa saja?

1. Partisipasi aktif keluargat
Ketika pembelajaran berlangsung di rumah, maka anggota keluarga harus dilibatkan menjadi fasilitator pembelajaran.
Mereka dapat dilibatkan dalam memberikan bimbingan dan bantuan untuk membuat proses belajar menyenangkan bagi siswa. Tentunya hal ini perlu dukungan sekolah yang melatih peran keluarga dalam mendampingi anak belajar di rumah.
2. Pergeseran ruang belajar
Satu hal yang substansial dalam proses pembelajaran bukan terletak pada gedung sekolah atau ruang kelas.
Belajar sekarang terjadi di rumah, di dalam ruang pribadi anak. Pemanfaatan internet membuat ruang belajar dapat dilakukan melalui perangkat pribadi tanpa harus pergi ke suatu tempat secara fisik.
3. Pembelajaran individual dan berbeda
Individual dan berbeda berarti mengajar setiap siswa harus dilakukan secara unik. Tujuan pembelajaran mungkin tetap sama untuk sekelompok siswa tetapi siswa secara individu dapat berbeda.
Beberapa siswa mungkin belajar lebih baik melalui menonton video sementara beberapa perlu membaca buku bacaan. Aksesibilitas materi pembelajaran dan mendistribusikan sumber belajar dari rumah ke rumah dapat menjadi tantangan bagi guru.

Sumber:
https://edukasi.kompas.com/read/2020/05/31/172306571/menyiapkan-normal-baru-pembelajaran-yang-berpihak-pada-siswa-kita?page=all#page2
Cita Cita di masa covid-19


Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia harus bersiap dengan new normal.Namun ini bukan halangan untuk saya meraih cita-cita.Untuk memperbaiki semua itu Saya harus lebih cerdas dalam menentukan apa yang harus dilaksanakan dan direncanakan dalam masa pandemi ini.

Saya sangat ingin sekali menjadi orang sukses agar bisa membuat bahagia kedua orang tua saya.

Saya akan belajar terus demi mencapai cita-cita saya.Saya berharap semoga pandemi ini cepat berakhir dan semoga saya akan menjadi lebih baik setelah ini


Selasa, 14 Juli 2020

Perkembangan dan menghadapi wabah covid-19

Perbedaan pendapat terus berlarut-larut di kalangan kepemimpinan pemerintah pusat dalam menentukan kebijakan membendung penyebaran wabah korona: apakah menerapkan 'penguncian ketat' (lockdown) atau 'karantina wilayah' atau 'karantina daerah'.

Tanpa menunggu 'arahan' pemerintah pusat, beberapa daerah, seperti Papua atau Kota Tegal menerapkan semacam lockdown atau 'karantina wilayah'. Daerah lain semacam Aceh dan Bekasi menerapkan 'jam malam'.

Di tengah ketidakjelasan, Presiden Jokowi sempat menyinggung tentang kemungkinan pemberlakuan 'darurat sipil' jika keadaan negara dan bangsa memburuk akibat wabah korona. Banjir protes muncul dari berbagai sektor masyarakat yang melihat 'darurat sipil' sebagai berlebihan dan berbahaya bagi kehidupan publik.

Setelah berada dalam ketidakpastian sepanjang Maret, barulah pada akhir bulan (31/3/2020), Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan pemerintah (PP). PP ini berisi pemberlakuan 'Pembatasan Sosial Berskala Besar' (PSBB).

Namun, PP tentang PSBB ini tampak tidak mencerminkan respons cepat terhadap keadaan krisis—tidak terlihat 'sense of crisis'. Ada macam-macam syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi daerah sebelum permintaan pemberlakuan PSBB dapat disetujui Kementerian Kesehatan.

Di sini terlihat cara pandang dan perilaku business as usual dengan memberlakukan birokratisasi dan administrasi yang menyulitkan. Terlihat prinsip yang diberlakukan adalah: "Jika bisa dipersulit kenapa dipermudah".

Ketiadaan kepemimpinan yang jelas, tegas, dan bisa bergerak cepat itulah yang membuat gubernur atau wali kota atau bupati mengambil jalan sendiri. Menjelang PP PSBB terbit, pemda-pemda harus menghadapi mudiknya warga dalam jumlah besar yang potensial membawa virus korona ke kampung masing-masing; mereka menetapkan kebijakan sendiri.

Pemerintah pusat terlihat seolah tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap kebijakan pemda-pemda tertentu. Presiden Jokowi hanya meminta kepada Mendagri Tito Karnavian menertibkan daerah yang mengambil langkah masing-masing. Menghadapi fenomena ini, tak ada alternatif lain kecuali konsolidasi kepemimpinan pemerintah pusat; dan pada saat yang sama tidak lagi membuat blunder.

Zona Zona di Indonesia
JAKARTA Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 terus memantau perkembangan penyebaran virus corona di Indonesia.
Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19 juga telah menetapkan beberapa kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus corona Covid-19
Penanganan COVID-19 telah merincikan empat level kriteria zonasi daerah berdasarkan warna, sebagai indikator kategori risiko COVID-19 yang dilihat dari tingkatan transmisi atau penyebarannya. 

Beberapa kriteria wilayah ini mulai dari wilayah berisiko : 
  1. Zona Hijau (Tidak Terdampak)
  2. Zona Kuning (Risiko Rendah)
  3. Zona Orange (Risiko Sedang)
  4. Zona Merah (Risiko Tinggi)
Dampak

Wabah virus corona (Covid-19) menghantam berbagai kegiatan ekonomi, yang imbasnya membuat masyarakat terdampak secara ekonomi akan adanya wabah ini. Pemerintah sendiri sudah mengucurkan jaring pengaman sosial guna mengatasi dampak wabah yang menjangkit secara global tersebut, terutama bagi warga miskin.
Namun, ada kategori masyarakat yang juga perlu diperhatikan. Apabila wabah Covid-19 berlarut tentu dampaknya mengancam ke semua level masyarakat.

Menurut Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menuturkan terdapat potensi dari kelas menengah, terutama menengah yang rapuh menjadi rentan miskin bahkan miskin lantaran pandemi ini.
Kelompok tersebut disebut Bhima termasuk korban PHK, warga yang kesulitan akses fasilitas kesehatan, terancam krisis pangan, dan berpenghasilan harian yang hilang selama pandemi.
"Kelas menengah yang rapuh mencapai 115 juta orang, ketika terjadi bencana seperti wabah Covid-19 mudah jatuh miskin. Kelompok ini termasuk para korban PHK, mereka yang kesulitan akses fasilitas kesehatan, terancam krisis pangan, dan berpenghasilan harian yang hilang selama pandemi," jelas Bhima saat dihubungi Kontan.co.id pada Minggu (3/5).
Guna atasi hal tersebut, Bhima menyampaikan perlu ada beberapa upaya dari pemerintah. Langkah kongkrit tersebut diantaranya pemerintah perlu melakukan pergantian model Kartu Pra Kerja menjadi BLT langsung ke korban PHK, dimana data didapatkan dari perusahaan yang melakukan PHK dimana kemudian ditransfer by name by address.

Bhima menambahkan perlu juga langkah lain seperti menurunkan harga BBM, adanya diskon LPG 3kg, hingga diskon tarif listrik untuk golongan 900 VA non subsidi, dan 1.300 VA.
"Terakhir memastikan harga pangan tetap stabil. Jangan sampai ada kelangkaan, misalnya gula pasir yang mulai hilang dari pasaran. Pasalnya, kontribusi fluktuasi harga pangan terhadap inflasi cukup dominan," jelas Bhima.

Solusi

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya:

1. Mencuci tangan dengan benar

Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.

2. Menggunakan masker

Banyak yang menggunakan masker kain untuk mencegah infeksi virus Corona, padahal masker tersebut belum tentu efektif. Secara umum, ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang digunakan sebagai salah satu alat pelindung diri atau APD untuk petugas medis yang merawat pasien COVID-19.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

3. Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.
Jika bosan dengan makanan yang dimasak sendiri, Anda bisa membeli makanan siap saji atau makanan di restoran melalui layanan pesan antar, namun pastikan makanan tersebut bersih dan sehat. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
Beberapa informasi menyebutkan bahwa berjemur di bawah sinar matahari juga dapat mencegah infeksi virus Corona. Sayangnya hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

4. Menerapkan physical distancing dan isolasi mandiri

Pembatasan fisik atau physical distancing adalah salah satu langkah penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Hal ini dapat dilakukan dengan cara tidak bepergian keluar rumah, kecuali untuk keperluan yang mendesak atau darurat, seperti berbelanja bahan makanan atau berobat ketika sakit.
Pembatasan fisik juga dilakukan dengan cara menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain dan selalu menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di tempat umum atau keramaian.
Selama menjalani physical distancing, Anda juga perlu menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit, diduga terinfeksi virus Corona, atau sudah dinyatakan positif COVID-19.
Jika Anda memiliki salah satu gejala COVID-19 yang bersifat ringan, memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah terjangkit virus Corona dalam 14 hari terakhir, atau pernah kontak dengan orang yang dinyatakan positif COVID-19, Anda dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.
Selain itu, isolasi mandiri juga dianjurkan untuk dilakukan oleh orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona, seperti lansia atau orang yang memiliki penyakit penyerta, misalnya hipertensi, diabetes, atau daya tahan tubuh yang lemah.

5. Membersihkan rumah dan melakukan disinfeksi secara rutin

Selain kebersihan diri, menjaga kebersihan rumah juga sangat penting dilakukan selama pandemi COVID-19 berlangsung. Hal ini dikarenakan virus Corona terbukti dapat bertahan hidup selama berjam-jam dan bahkan berhari-hari di permukaan suatu benda.
Oleh karena itu, rumah harus rutin dibersihkan dan dilakukan disinfeksi secara menyeluruh, termasuk perabotan dan peralatan rumah yang sering disentuh, seperti gagang pintu, remote televisi, kran air, dan permukaan meja.
Saat membersihkan atau melakukan disinfeksi, Anda perlu menggunakan sarung tangan dan masker, serta mencuci tangan dengan air bersih dan sabun setelah selesai membersihkan rumah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan virus Corona yang mungkin saja terjadi.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke daerah atau negara yang terjangkit infeksi virus Corona, segeralah periksakan diri ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat.

Jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak informasi mengenai gejala, langkah penanganan, dan tindakan pencegahan virus Corona, Anda dapat menggunakan fitur chat langsung dengan dokter di aplikasi ALODOKTER. Selain itu, Anda juga bisa membuat janji konsultasi dengan dokter di rumah sakit

Sumber:
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/q8qh0f282
https://www.google.com/amp/amp.kontan.co.id/news/inilah-pembagian-zona-wilayah-penyebaran-corona-berdasarkan-risiko
https://www.google.com/amp/amp.kontan.co.id/news/dampak-corona-masyarakat-kelas-menengah-rapuh-terancam-masuk-rentan-miskin
https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-penularan-virus-corona